PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendorong penguatan hilirisasi komoditas kelapa untuk meningkatkan pendapatan petani. Upaya tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Hilirisasi Kelapa Dalam dan Optimalisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) yang dipimpin Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, di Ruang Rapat Sekda, Kamis sore.
Zulfinasran menegaskan SIKIM harus berperan langsung dalam menciptakan nilai tambah bagi petani kelapa, tidak hanya bagi industri pengolahan. Ia meminta agar seluruh bagian kelapa dapat diserap oleh SIKIM, mulai dari buah, sabut, tempurung, hingga air kelapa.
“Kalau bisa, pihak SIKIM membeli sendiri sabut, tempurung, dan air kelapa. Ini penting agar dampak ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani kelapa,” kata Zulfinasran.
Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam operasional SIKIM. Dari kebutuhan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 100 hingga 150 orang, sekitar 90 persen akan direkrut dari masyarakat setempat.
“SIKIM harus memberi manfaat ganda, baik bagi petani maupun tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah membahas kebutuhan bahan baku SIKIM yang diperkirakan mencapai sekitar 70 ribu butir kelapa per hari. Untuk memastikan pasokan berkelanjutan, Zulfinasran meminta perangkat daerah terkait melakukan pendataan detail produksi kelapa harian petani serta harga kelapa di tingkat pasar.
Data tersebut, menurutnya, menjadi dasar penting dalam menyusun perencanaan industri yang realistis dan berpihak pada petani.
