Indeks

Digitalisasi Tradisi Lisan Buol Dimulai, Tim Siapkan Dokumenter dan Majalah Budaya

Program tersebut masuk dalam skema Layanan Lainnya untuk Kategori Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya pada Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025–2026 dengan Nomor: 040/KOPK/F1/KU/2025.

Digitalisasi Tradisi Lisan Buol Dimulai, Tim Siapkan Dokumenter dan Majalah Budaya
Rapat persiapan Digitalisasi Tradisi Lisan Buol: Suara, Teks, dan Teknologi dalam Pemajuan Warisan Budaya/Sumber: istimewa

PALU, Rajawalinet.co — Tim pelaksana kegiatan Digitalisasi Tradisi Lisan Buol: Suara, Teks, dan Teknologi dalam Pemajuan Warisan Budaya menggelar rapat persiapan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Rapat internal ini menandai langkah awal pelaksanaan program pemajuan kebudayaan di Kabupaten Buol.

Program tersebut masuk dalam skema Layanan Lainnya untuk Kategori Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya pada Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025–2026 dengan Nomor: 040/KOPK/F1/KU/2025.

Dalam rapat itu, tim membentuk struktur pelaksana, membagi tugas dan tanggung jawab, menyusun desain kegiatan, serta merancang teknis pelaksanaan di lapangan. Tim ingin memastikan setiap tahapan berjalan terukur sebelum melibatkan pemangku kepentingan eksternal.

Ketua Pelaksana, Muh. Zainuddin Badollahi yang akrab disapa Zyain, menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada kegiatan simbolik.

“Program ini difokuskan pada pendokumentasian tradisi lisan Buol dalam bentuk dokumenter visual dan majalah budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin membangun arsip budaya yang dapat diakses, dipelajari, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Zyain usai rapat.

Ia menjelaskan, tim merancang program ini untuk menjawab tantangan pelestarian tradisi lisan yang selama ini terkendala minimnya dokumentasi serta berkurangnya regenerasi penutur.

“Kami melihat banyak tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat, tetapi belum terdokumentasi secara sistematis. Kalau tidak segera kita arsipkan, risiko hilangnya pengetahuan lokal semakin besar,” tambahnya.

Pada tahap berikutnya, tim akan menggandeng pegiat kebudayaan, penutur tradisi, akademisi, dan komunitas lokal di Kabupaten Buol. Mereka tidak hanya menjadi narasumber, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pengumpulan data dan dokumentasi.

Rangkaian kegiatan mencakup konsolidasi dan survei lokasi, pengumpulan serta digitalisasi data tradisi lisan, penyelenggaraan pameran dan lokakarya literasi budaya, hingga produksi dokumenter visual dan penerbitan majalah budaya sebagai luaran utama.

Melalui langkah ini, tim berharap dapat membangun ekosistem pelestarian budaya yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi tradisi lisan Buol dalam khazanah kebudayaan Indonesia.

error: Content is protected !!
Exit mobile version