Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Siney Tengah itu dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Arman Lawaha (Fraksi PKB), Kepala Desa Siney Tengah Iswadi Idris, S.IP, Tenaga Ahli Bupati Parimo Sadri Djupanda, Ketua BPD Abd. Rahman, S.Pt, Kepala Desa Maninili Alfian Lagala, aparat desa, serta warga setempat.
Reses kali ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan konstituen. Berbagai usulan disampaikan warga, mulai dari kebutuhan infrastruktur desa, dukungan sektor pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rahmawati menegaskan bahwa reses merupakan amanat undang-undang sekaligus momentum penting untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara langsung.
“Tujuan utama reses adalah mendengar, menampung, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan. Kami ingin memastikan kebutuhan yang benar-benar prioritas bisa dikawal hingga tahap realisasi,” ujarnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan alokasi anggaran pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
“Dengan keterbatasan anggaran, tentu tidak semua usulan dapat langsung diakomodir. Karena itu kita harus menyusun skala prioritas berdasarkan kebutuhan paling mendesak dan berdampak luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Rahmawati menambahkan, setiap usulan yang diajukan perlu dilengkapi proposal resmi agar memiliki dasar administrasi yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penganggaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat Siney Tengah atas partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara legislatif, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Desa Siney Tengah Iswadi Idris menyambut baik pelaksanaan reses di wilayahnya. Ia menilai kehadiran anggota DPRD Provinsi menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kebutuhan masyarakat desa.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Masyarakat dapat menyampaikan langsung kebutuhan dan harapannya kepada wakil rakyat,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Arman Lawaha. Ia menyebut reses sebagai wadah komunikasi dua arah yang penting untuk memetakan persoalan riil di tengah masyarakat.
Melalui forum tersebut, diharapkan aspirasi warga Desa Siney Tengah dapat terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal pemerintah.
