Indeks

Wakil Bupati Dan Rektor Untad Soroti Efektifitas Program Kkn.

Monitoring di Kasimbar, Fokus Pada Ketahanan Pangan Hingga Digitalisasi

Wakil Bupati Dan Rektor Untad Soroti Efektifitas Program Kkn.
Foto Kunjungan Wakil Bupati Parimo dan Rektor Untad di Kecamatan Kasimbar/Syarifuddin,S.Sos

Parigi Moutong, Rajawalinet.co- Upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah kembali ditegaskan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 115 Universitas Tadulako (UNTAD) di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Pada Sabtu (18/4/2026).

Foto Sambutan Wakil Bupati Parimo/Syarifuddin,S.Sos

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid,S.Pd,M.Pd bersama Rektor UNTAD, Prof. Dr. Ir. Amar, ST, MT, IPU, ASEAN Eng., sebagai bentuk komitmen bersama memastikan program pengabdian mahasiswa berjalan efektif dan tepat sasaran.

Mengusung tema “Ketahanan Pangan, UMKM, dan Literasi Digital Berbasis Potensi Lokal,” KKN kali ini tidak hanya menjadi agenda rutin akademik, tetapi juga diarahkan sebagai solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat desa. Sebanyak 145 mahasiswa diterjunkan di delapan desa di Kecamatan Kasimbar untuk mengimplementasikan program berbasis potensi lokal.

Rektor UNTAD menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak semata diukur dari terlaksananya program, melainkan dari sejauh mana dampaknya dirasakan masyarakat. Ia menyebutkan, proses monitoring menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperbaiki kekurangan selama pelaksanaan.

“Mahasiswa harus mampu menunjukkan bahwa program yang dijalankan melibatkan masyarakat dan mulai memberikan hasil, meskipun waktunya relatif singkat,” ujarnya.

Dalam perspektif pemerintah daerah, kehadiran mahasiswa KKN dinilai sebagai energi tambahan dalam mendorong pembangunan desa, khususnya di sektor ekonomi dan literasi digital. Program yang terintegrasi dengan kebutuhan lokal diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi poin penting yang ditekankan dalam kegiatan ini. Keterlibatan pemerintah kecamatan, desa, hingga unsur TNI-Polri menunjukkan bahwa keberhasilan program KKN membutuhkan dukungan bersama.

Rektor UNTAD juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap budaya lokal selama mahasiswa menjalankan tugas di lapangan. Hal ini dinilai sebagai bagian dari proses pembelajaran yang tidak kalah penting dibanding aspek akademik.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan aktif memberikan masukan, termasuk kritik, sebagai bentuk kontribusi dalam membentuk karakter dan kualitas mahasiswa.

Melalui monitoring ini, diharapkan pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi kegiatan sementara, tetapi mampu meninggalkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Kasimbar pun menjadi contoh bagaimana kolaborasi kampus dan daerah dapat berjalan selaras dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.

error: Content is protected !!
Exit mobile version