PALU, Rajawalinet.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penyebaran informasi palsu yang beredar melalui aplikasi WhatsApp. Kali ini, sebuah pesan berantai mencatut nama Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, dengan modus pemberian hadiah kepada sejumlah penerima pesan.
Dalam pesan tersebut, penerima disebut sebagai salah satu dari “10 orang tercepat yang dihubungi” dan diminta mengirimkan berbagai data pribadi, mulai dari nama lengkap, nomor rekening, nama bank, hingga identitas lainnya dengan dalih proses penyaluran hadiah.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut dipastikan tidak benar dan tidak memiliki kaitan dengan Gubernur Sulawesi Tengah maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Wahyu Agus Pratama, selasa 9 juni 2026 menegaskan bahwa pesan tersebut merupakan hoaks yang berpotensi menjadi sarana penipuan dan pencurian data pribadi masyarakat.
“Pesan yang beredar itu bukan berasal dari Gubernur Sulawesi Tengah maupun kanal resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas identitasnya,” tegas Wahyu Agus Pratama di Palu.
Menurutnya, pelaku diduga memanfaatkan nama pejabat daerah untuk memperoleh kepercayaan calon korban. Data yang berhasil dikumpulkan dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan digital, termasuk penyalahgunaan rekening maupun pencurian identitas.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai program pemerintah, bantuan sosial, hadiah, maupun kegiatan pemerintahan hanya disampaikan melalui saluran komunikasi resmi pemerintah serta media massa yang kredibel.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang menjanjikan hadiah, bantuan, atau keuntungan tertentu dengan syarat menyerahkan data pribadi.
Selain tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, masyarakat juga diminta menghindari mengakses tautan mencurigakan yang kerap disertakan dalam pesan serupa. Langkah tersebut penting untuk mencegah penyalahgunaan data serta menjaga keamanan akun dan informasi perbankan.
Pemprov Sulawesi Tengah juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” guna menekan penyebaran hoaks di ruang digital. Sikap kritis dan kehati-hatian dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai modus penipuan yang semakin beragam.
Dengan demikian, klaim yang menyebut penerima pesan sebagai pemenang atau penerima hadiah dari Gubernur Sulawesi Tengah dipastikan merupakan informasi palsu dan menyesatkan. Masyarakat diminta segera mengabaikan pesan tersebut serta melaporkannya apabila menemukan penyebaran serupa.
Langkah preventif ini diharapkan dapat melindungi masyarakat dari potensi kerugian sekaligus menjaga ekosistem informasi digital yang sehat dan terpercaya di Sulawesi Tengah.
