PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, tetap berjalan meski para siswa sedang menjalani masa libur. Melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ANNISA di Desa Donggulu Selatan, pendistribusian makanan bergizi masih dilakukan, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Pemilik dapur SPPG ANNISA, Asrifa, mengatakan pendistribusian makanan bergizi dilakukan secara rapelan untuk tiga hari menjelang libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini menyasar sebanyak 183 penerima manfaat dari dua desa, yakni Desa Donggulu Selatan dan Desa Laemanta Induk.
“Program ini tidak hanya untuk siswa, tetapi juga untuk kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tujuannya untuk memastikan kebutuhan gizi mereka tetap terpenuhi,” ujar Asrifa saat ditemui di sela-sela kegiatan distribusi, Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan seluruh proses penyediaan makanan mengikuti standar kesehatan yang telah ditetapkan. Penyusunan menu dilakukan berdasarkan arahan ahli gizi, sementara proses pengolahan hingga distribusi mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Menurutnya, kepatuhan terhadap standar tersebut menjadi komitmen utama dapur SPPG agar kualitas makanan yang disalurkan benar-benar aman dan bergizi.
Program MBG bagi kelompok B3—balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui)—dinilai memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting. Selain meningkatkan status gizi kelompok rentan, program ini juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat sejak dini.
“Pemenuhan gizi yang cukup sangat penting bagi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak. Dengan asupan yang tepat, kita berharap angka stunting bisa ditekan,” tambahnya.
Terkait ketersediaan bahan baku, Asrifa memastikan pasokan pangan seperti ayam, sumber protein nabati, sayur-sayuran, hingga buah-buahan dalam kondisi cukup dan terkontrol, termasuk selama bulan Ramadan.
Distribusi makanan, baik untuk siswa maupun kelompok rentan, tetap memperhatikan komposisi gizi yang seimbang agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Pihak dapur SPPG ANNISA juga berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan agar program MBG dapat berjalan berkelanjutan. Harapannya, program ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat serta mendukung terwujudnya generasi bebas stunting di Kecamatan Kasimbar dan Kabupaten Parigi Moutong secara umum.
