Indeks

Lebaran Ketupat Bantaya, Momentum Hangat Perkuat Kebersamaan Warga

Tradisi Lebaran Ketupat mencerminkan kesederhanaan dan rasa syukur yang telah lama hidup dalam masyarakat, khususnya komunitas Gorontalo

Lebaran Ketupat Bantaya, Momentum Hangat Perkuat Kebersamaan Warga
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase
Bupati dan wakil Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase & Abdul Sahid

PARIGI MOUTONG,Rajawalinet.co – Perayaan Halal Bi Halal yang dirangkaikan dengan Lebaran Ketupat 1447 Hijriah di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Lebih dari itu, kegiatan ini tampil sebagai ruang memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Kehangatan terlihat dari kebersamaan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga insan pers yang hadir dalam satu suasana penuh kekeluargaan.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki makna strategis, bukan hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial.

Ia mengapresiasi inisiatif Pemuda Tugu Perdamaian Kelurahan Bantaya yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan bernilai positif bagi masyarakat.

Menurutnya, Halal Bi Halal merupakan cerminan budaya bangsa yang sarat dengan nilai saling memaafkan dan memperbaiki hubungan antar sesama. Sementara tradisi Lebaran Ketupat mencerminkan kesederhanaan dan rasa syukur yang telah lama hidup dalam masyarakat, khususnya komunitas Gorontalo di Bantaya.

Namun di balik suasana penuh keakraban itu, Bupati juga mengingatkan adanya tantangan serius yang dihadapi daerah, terutama terkait penyalahgunaan narkoba.

Ia menyebut Kabupaten Parigi Moutong sebagai salah satu wilayah yang rawan terhadap peredaran narkotika, sehingga membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.

Bupati pun mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dari pengaruh negatif, dengan memperkuat iman serta mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan yang aman serta harmonis,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan dalam membimbing generasi muda agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merusak masa depan.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi tradisi, Halal Bi Halal dan Lebaran Ketupat di Bantaya juga menjadi simbol nyata solidaritas sosial yang terus hidup.

Menutup kegiatan, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan momentum Idul Fitri sebagai awal mempererat hubungan.

Dengan penuh khidmat, ia pun secara resmi membuka perayaan Hari Raya Ketupat, disertai ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat.

error: Content is protected !!
Exit mobile version