Indeks

Donggala Prioritaskan Pangan di Tengah Efisiensi Anggaran

“Kami ingin nilai tambah hasil pertanian tidak keluar dari daerah, tetapi bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Donggala,”

Donggala Prioritaskan Pangan di Tengah Efisiensi Anggaran
Gerakan panen raya

DONGGALA, Rajawalinet.co – Pemerintah Kabupaten Donggala menegaskan arah kebijakan pembangunan yang tetap berfokus pada sektor pertanian meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, saat memimpin kegiatan panen raya padi di Desa Siboang, Kecamatan Sojol, Rabu (15/4/2026).

Di hadapan ratusan petani dan jajaran pemerintah daerah, Vera mengungkapkan bahwa penyesuaian anggaran akibat berkurangnya dana transfer ke daerah menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia memastikan kebijakan yang diambil tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Penyesuaian ini bukan hal mudah, tetapi harus dilakukan agar anggaran benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah tetap menjaga fokus pada empat sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta ketahanan pangan. Selain itu, penanganan dampak bencana yang masih berlanjut sejak 2025 juga menjadi perhatian serius.

Vera menilai Kecamatan Sojol memiliki posisi penting sebagai salah satu sentra produksi pangan di Donggala. Desa Siboang, misalnya, memiliki areal persawahan sekitar 753,8 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 4–5 ton per hektare.

Secara keseluruhan, luas lahan sawah di wilayah Sojol mencapai 2.633,49 hektare dengan potensi produksi sekitar 13.167 ton per tahun. Khusus April 2026, sekitar 1.467 hektare lahan memasuki masa panen dengan estimasi hasil mencapai 2.445 ton beras.

Meski memiliki potensi besar, sektor pertanian di Donggala masih menghadapi sejumlah kendala. Data Survei Ekonomi Pertanian 2024 mencatat penyusutan lahan hingga 14,65 persen. Selain itu, lebih dari separuh petani masih terkendala akses sarana produksi, terutama distribusi pupuk bersubsidi yang belum merata.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat perlindungan lahan pertanian produktif, memperbaiki sistem distribusi sarana produksi, serta mendorong hilirisasi hasil pertanian di tingkat desa.

“Kami ingin nilai tambah hasil pertanian tidak keluar dari daerah, tetapi bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Donggala,” jelas Vera.

Ia juga menegaskan bahwa kesejahteraan petani menjadi tujuan utama kebijakan tersebut. “Petani tidak hanya harus mampu bertahan, tetapi juga harus sejahtera,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah daerah menyerahkan bantuan tiga unit traktor kepada kelompok tani di Desa Siboang pada akhir kegiatan.

Melalui panen raya ini, diharapkan sektor pertanian Donggala semakin kokoh sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

error: Content is protected !!
Exit mobile version