Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Aswini menegaskan bahwa hilirisasi kelapa merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah. Sebagai salah satu sentra produksi kelapa di Sulawesi Tengah, Parigi Moutong dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai produk olahan yang mampu memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan hilirisasi kelapa melalui peningkatan produktivitas kebun, pengembangan areal kelapa seluas 500 hektare, revitalisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Desa Avolua, penguatan rantai pasok, hingga memperluas akses pemasaran melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujar Aswini.
Menurutnya, keberhasilan program hilirisasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan akademisi, pelaku usaha, petani, dan seluruh pemangku kepentingan agar tercipta ekosistem industri yang berkelanjutan.
Usai membacakan sambutan Bupati, Aswini menekankan pentingnya tindak lanjut nyata dari hasil workshop. Ia mengingatkan agar forum tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal terbentuknya kerja sama lintas sektor yang berkesinambungan.
“Jangan sampai kegiatan ini berhenti di sini. Kita harus menjadi tim terpadu yang bekerja bersama lintas sektor. Saya siap ikut menggerakkan program ini, sementara leading sector berada pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama perangkat daerah terkait,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat, pengembangan industri kelapa terpadu akan mampu meningkatkan nilai jual komoditas lokal, memperluas peluang investasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Workshop ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong membangun sektor hilir berbasis potensi lokal. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi daerah untuk menghadirkan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga komoditas kelapa tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi mampu menjadi produk unggulan bernilai tambah tinggi yang memberikan kesejahteraan bagi para petani.
