PALU, Rajawalinet.co – Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) Palu terus memperkuat tradisi akademik melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertema “Perkembangan Mutakhir Antropologi Lingkungan” yang berlangsung di Aula FISIP Untad, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi senior, Prof. Dr. H. Hamka H. Naping, M.A., sebagai narasumber utama. Hadir pula Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Untad Dr. Mohammad Irfan, M.Si mewakili Dekan, Koordinator Program Studi Antropologi Siti Hajar N. Aepu, S.Sos., M.Si, serta Ketua Pelaksana Hendra, S.Sos., M.Phil., M.A.
Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika dan mahasiswa yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kuliah tamu menjadi ruang penting untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat budaya diskusi ilmiah di lingkungan Program Studi Antropologi. Ia menjelaskan, tema yang diangkat bertujuan mendorong lahirnya pemikiran kritis mengenai hubungan manusia, lingkungan, dan kebudayaan di tengah berbagai tantangan ekologis yang berkembang saat ini.
Pada sesi utama, Prof. Hamka Naping memaparkan perkembangan pemikiran antropologi lingkungan kontemporer yang menunjukkan pergeseran paradigma dari pendekatan antroposentris menuju perspektif yang menempatkan manusia sebagai bagian dari sistem ekologis yang saling terhubung.
Materi juga mengulas perkembangan kajian Political Ecology melalui pemikiran Piers Blaikie dan Paul Robbins yang menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari faktor ekonomi politik, sejarah, relasi kekuasaan, hingga pembangunan.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada konsep Social Ecological System (SES) yang mengintegrasikan sistem sosial dan ekologi, termasuk berbagai pendekatan baru seperti non-human agency, cohabitation, dan simbiosis yang menempatkan unsur nonmanusia sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Diskusi dipandu oleh Dr. Ikhtiar Hatta, S.Sos., M.A. sebagai moderator. Suasana berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa maupun dosen yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai relevansi teori antropologi dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan dan perubahan sosial di era modern.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Antropologi FISIP Untad berharap mahasiswa semakin terdorong mengembangkan penelitian yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tantangan lingkungan global. Kuliah tamu ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat tradisi akademik dan pengembangan keilmuan Antropologi di Universitas Tadulako.











