PARIGI MOUTONG Rajawalinet.co – Kehadiran ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Tadulako (Untad) Palu Angkatan ke 116 yang merupakan bagian dari program Reguler, menjadi momentum baru bagi penguatan program pembangunan desa di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sebanyak 119 mahasiswa resmi memulai pengabdian mereka setelah diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tinombo Selatan, Agus Salim, S.Sos., M.AP, dalam seremoni yang berlangsung di Aula Kantor Camat, Senin (27/04/2026). Kegiatan ini turut dihadiri para dosen pembimbing serta kepala desa se-Kecamatan Tinombo Selatan.
Dalam sambutannya, Agus Salim menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Ia menyebut kehadiran mahasiswa KKN bukan sekadar menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan di tingkat desa.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa. Ini menjadi peluang untuk memperkuat program-program prioritas, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, ide-ide segar dari kalangan akademisi diharapkan mampu memberikan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan pembangunan desa. Ia juga mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan KKN yang relatif singkat harus dimanfaatkan secara optimal.
“Waktu satu bulan ini harus digunakan secara efektif dan efisien. Perencanaan yang matang dan kerja sama yang baik akan menentukan keberhasilan program yang dijalankan,” tambahnya.
Agus Salim juga mengajak para kepala desa untuk aktif mendukung kegiatan mahasiswa KKN. Sinergi antara program desa dan program mahasiswa dinilai penting agar hasil yang dicapai lebih berkelanjutan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan mahasiswa selama berada di lokasi KKN. Dukungan dari masyarakat setempat dinilai menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan.
Usai acara penerimaan, para mahasiswa langsung disebar ke 17 desa di wilayah Tinombo Selatan. Sementara itu, terdapat tiga desa yang tidak mendapatkan penempatan mahasiswa KKN pada periode ini.
Dengan penempatan tersebut, diharapkan kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata, baik dalam bentuk program kerja, pendampingan masyarakat, maupun inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal.











