Dalam kunjungan kerja itu, Bupati meninjau sejumlah fasilitas pendidikan dan infrastruktur yang selama ini dinilai belum tersentuh secara optimal. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SD Terpencil Bainaa Barat.
Kondisi sekolah tersebut memprihatinkan. Dari total sekitar 70 siswa, kegiatan belajar hanya ditunjang dua ruang kelas dengan konstruksi kayu yang sebagian sudah lapuk, baik pada bagian lantai maupun dinding.
Melihat situasi tersebut, Bupati Erwin Burase langsung menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera mengambil langkah perbaikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Perbaikan mencakup rehabilitasi bangunan sekolah, pengadaan meja dan kursi belajar, serta penyediaan fasilitas listrik dan jaringan internet.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana mengintegrasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperbaiki akses jalan menuju sekolah guna menunjang aktivitas belajar mengajar.
Di sektor infrastruktur, Bupati turut meninjau pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Dusun II dan Dusun III. Proyek yang dikerjakan bersama TNI tersebut dilaporkan telah mencapai progres sekitar 20 persen. Kehadiran jembatan ini dinilai sangat penting, mengingat selama ini warga, termasuk pelajar, harus menyeberangi sungai dengan risiko keselamatan.
Tidak hanya itu, ancaman abrasi sungai juga menjadi perhatian serius. Sekitar 10 kepala keluarga dilaporkan terdampak, dengan kondisi rumah yang terancam akibat erosi. Bupati mengarahkan pembangunan bronjong sebagai langkah penanganan awal guna menahan arus sungai.
Dalam keterangannya, Bupati Erwin Burase menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengurangi ketimpangan pembangunan, khususnya di wilayah terpencil.
“Pendidikan adalah hak seluruh anak tanpa terkecuali. Kita tidak ingin ada perbedaan fasilitas antara wilayah perkotaan dan desa terpencil. Pemerintah akan hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.
Kunjungan tersebut disambut haru oleh warga. Pemerintah desa dan tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan, mengingat selama lebih dari dua dekade, wilayah mereka jarang tersentuh kunjungan langsung kepala daerah.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti, Camat Tinombo Muamar, Kepala Desa Bainaa Barat, serta sejumlah pejabat OPD terkait.
