PARIGI MOUTONG Rajawalinet.co- Suasana hangat dan penuh makna terasa di halaman SMAN 1 Tinombo Selatan, Sabtu (18/04/2026), saat sekolah tersebut menggelar Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan pelepasan 235 siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi titik temu antara refleksi kebersamaan dan awal perjalanan baru bagi para lulusan.
Acara dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kasubag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Wilayah II Parimo–Donggala Mohamad Ridwan, Plt Camat Tinombo Selatan Agus Salim, Kepala Sekolah Busar Bina, Ketua Komite Darwis Dg. Malino, serta pimpinan Pondok Pesantren Alkhairat Maninili Ustad Usman Lesmana. Kehadiran orang tua dan alumni turut menambah kekhidmatan suasana.
Dalam tausiyahnya, Ustad Usman Lesmana menekankan bahwa Halal Bihalal bukan hanya tradisi, melainkan ruang memperkuat hubungan antarmanusia. Ia mengajak seluruh hadirin menjadikan momentum ini sebagai fondasi menjaga silaturahmi di tengah perubahan fase kehidupan.
Sementara itu, Plt Camat Agus Salim mengapresiasi inisiatif sekolah yang menggabungkan nilai spiritual dan pendidikan dalam satu kegiatan. Ia berpesan kepada para lulusan agar berani melangkah ke jenjang berikutnya, baik melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja, dengan tetap mengandalkan dukungan keluarga sebagai pilar utama.
Kasubag TU Mohamad Ridwan menyampaikan rasa bangga atas capaian siswa yang telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah. Menurutnya, momen ini juga menjadi pengingat pentingnya membangun generasi yang berkarakter dan berdaya saing.
Kepala SMAN 1 Tinombo Selatan, Busar Bina, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang terus dikembangkan dengan melibatkan orang tua. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi istimewa karena jumlah lulusan cukup besar, sekaligus pencapaian kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang meningkat.
“Ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang. Kami berharap para siswa terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita dengan dukungan penuh dari orang tua,” ujarnya.
Bagi para siswa, momen ini menjadi penanda berakhirnya masa sekolah sekaligus awal memasuki dunia yang lebih luas. Harapan besar disematkan agar mereka tetap menjaga nama baik keluarga, guru, dan almamater di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Dengan balutan kebersamaan dan harapan, acara ini meninggalkan kesan mendalam—bahwa perpisahan bukan sekadar melepas, tetapi juga menguatkan langkah menuju masa depan.
