183 Siswa Sekolah Rakyat Dapat Perhatian DPR RI

“Ada anak-anak kita yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena ketiadaan biaya. Apa yang dicita-citakan Pak Prabowo berangkat dari keprihatinan itu,”

183 Siswa Sekolah Rakyat Dapat Perhatian DPR RI
Foto bersama Longki Djanggola / Rajawalinet

PALU, Rajawalinet.co — Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu, Sulawesi Tengah, Senin (13/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Longki menilai program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu saat ini telah berjalan selama satu tahun dengan 183 peserta didik, didukung 15 guru, 29 wali asuh, dan 11 wali asrama. Kehadiran tenaga pendidik dan pendamping tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pembinaan karakter.

Dalam sambutannya, Longki menyebut program tersebut sebagai bagian dari prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini merupakan salah satu program hasil cepat Presiden Prabowo Subianto. Hari ini kita melihat langsung ada 183 murid yang mendapat kesempatan belajar di sini. Ini luar biasa,” ujar Longki.

Mantan Gubernur Sulawesi Tengah dua periode itu menuturkan bahwa gagasan Sekolah Rakyat lahir dari keprihatinan terhadap masih adanya anak-anak Indonesia yang terhambat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya.

“Ada anak-anak kita yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena ketiadaan biaya. Apa yang dicita-citakan Pak Prabowo berangkat dari keprihatinan itu,” katanya.

Menurut Longki, Sekolah Rakyat yang berada di bawah pembinaan Kementerian Sosial memiliki peran penting sebagai instrumen pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Saya kagum melihat bagaimana sekolah ini dijalankan. Tolong jaga sekolah ini dengan baik,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir jajaran pengelola sekolah, para guru, wali asuh, wali asrama, serta perwakilan instansi terkait yang mendampingi pelaksanaan pengawasan DPR RI.

Longki juga memberikan motivasi kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.

“Pak Prabowo ingin anak-anak dari keluarga yang tidak mampu bisa terangkat harkat dan martabatnya. Pada akhirnya mereka memiliki kehidupan yang lebih layak melalui pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu, Anita, menyampaikan harapan agar pembangunan gedung permanen sekolah segera terealisasi. Saat ini kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di fasilitas yang bersifat sementara.

“Insyaallah sekolah kami yang permanen segera terwujud,” ujar Anita.

Kunjungan pengawasan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, sekaligus memperkuat komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif bagi masyarakat kurang mampu.

error: Content is protected !!