Sigi Jadi Titik Awal Proyek Rp604 Miliar, Anwar Hafid Resmikan Pembangunan Jalan dan Jembatan

“Dengan infrastruktur yang lebih baik, konektivitas wilayah akan semakin kuat, peluang investasi terbuka, dan pertumbuhan ekonomi baru dapat tercipta di daerah-daerah yang dilalui,”

Sigi Jadi Titik Awal Proyek Rp604 Miliar, Anwar Hafid Resmikan Pembangunan Jalan dan Jembatan
Gambar ilustrasi

SIGI, Rajawalinet.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Sigi bersiap memulai salah satu program pembangunan infrastruktur terbesar tahun 2026. Jika tidak ada kendala, peluncuran pembangunan jalan dan jembatan melalui skema Multi Years Contract (MYC) akan digelar di Lapangan Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Minggu (7/6/2026) mulai pukul 07.30 WITA.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (Binatarung) Sulawesi Tengah, Dr. Faidul Keteng, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pekerjaan rekonstruksi Ruas Jalan Palu–Kulawi yang merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Faidul, proyek ini masuk dalam program BERANI LANCAR Sulteng Nambaso, yang bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah provinsi untuk meningkatkan aksesibilitas dan memperkuat hubungan antarwilayah di Sulawesi Tengah,” ujar Faidul. Jumat (5/6/2026).

Peluncuran proyek tersebut dijadwalkan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, serta Bupati Sigi Muhammad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si. Acara juga akan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Pemilihan Kabupaten Sigi sebagai lokasi peluncuran dinilai memiliki nilai strategis. Ruas Jalan Palu–Kulawi selama ini menjadi jalur utama yang menghubungkan Kota Palu dengan sejumlah kawasan pertanian dan sentra ekonomi di Kabupaten Sigi serta wilayah hinterland Sulawesi Tengah.

Faidul menegaskan, peningkatan kualitas jalan dan jembatan di koridor tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas masyarakat, serta menekan biaya transportasi.

“Dengan infrastruktur yang lebih baik, konektivitas wilayah akan semakin kuat, peluang investasi terbuka, dan pertumbuhan ekonomi baru dapat tercipta di daerah-daerah yang dilalui,” katanya.

Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp604,829 miliar untuk pembangunan 12 ruas jalan prioritas melalui skema MYC. Program tersebut mencakup sejumlah wilayah strategis, antara lain Ruas Tomata di Kabupaten Morowali Utara, Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi, Tonusu, Meko–Pendolo, Dataran Bulan di Kabupaten Tojo Una-Una, Air Terang di Kabupaten Buol, serta pembangunan dan penggantian jembatan sepanjang 30 meter di Kabupaten Banggai Laut.

Seluruh pekerjaan direncanakan mulai berjalan pada 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir 2027.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar menghadirkan jalan dan jembatan baru, melainkan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah penyangga pertumbuhan ekonomi.

“Proyek multi years ini merupakan wujud Program BERANI LANCAR yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya sehingga mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memudahkan aktivitas masyarakat,” ujar Anwar Hafid.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga akan menghadirkan Pasar Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Melalui surat undangan resmi yang ditandatangani langsung oleh gubernur, para camat dan kepala desa di Kabupaten Sigi diminta mengajak masyarakat untuk hadir menyaksikan momentum dimulainya pembangunan infrastruktur tersebut.

Pemerintah berharap dukungan masyarakat dapat menjadi energi positif bagi keberhasilan pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi Kabupaten Sigi maupun Sulawesi Tengah secara keseluruhan.

error: Content is protected !!