May Day, Pemerintah Janjikan Perlindungan dan Lapangan Kerja

“Saya pernah berada di posisi itu. Karena itu, kesejahteraan buruh harus benar-benar diperjuangkan,”

May Day, Pemerintah Janjikan Perlindungan dan Lapangan Kerja
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid/Istimewa
May Day, Pemerintah Janjikan Perlindungan dan Lapangan Kerja
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, bersama unsur ketenagakerjaan,serikat buruh, serta kalangan pengusaha/Istimewa

PALU, Rajawalinet.co – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) ke-140 di Sulawesi Tengah berlangsung meriah melalui kegiatan “Berani May Day 2026” yang dipusatkan di Milenium Waterpark Palu, Jalan Soekarno Hatta, Minggu (3/5/2026).

Acara ini dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, serta melibatkan berbagai unsur ketenagakerjaan, mulai dari serikat buruh, kalangan pengusaha, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid membagikan pengalaman hidupnya yang pernah bekerja sebagai buruh saat masih menempuh pendidikan di Makassar. Ia mengaku pernah menjalani berbagai pekerjaan kasar seperti mengangkut kopra, mengolah rotan, hingga menjadi tukang bangunan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi landasan kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja. Ia menyebut, keberpihakan terhadap buruh bukan sekadar wacana, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan nyata.

“Saya pernah berada di posisi itu. Karena itu, kesejahteraan buruh harus benar-benar diperjuangkan,” ujar Anwar Hafid.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan perlindungan kepada pekerja, khususnya terkait keselamatan kerja. Ia mengingatkan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran standar keselamatan di lingkungan kerja.

Selain perlindungan, pemerintah juga terus mendorong kebijakan pengupahan yang adil serta memperkuat peran lembaga tripartit dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis. Di tengah tantangan global dan potensi pemutusan hubungan kerja, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan buruh dan keberlanjutan investasi.

Gubernur juga menyinggung keberhasilan daerah dalam menarik investasi, termasuk sektor industri pengolahan nikel yang dinilai mampu membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Tugas pemerintah jelas, melindungi pekerja dan memastikan investasi tetap berjalan agar peluang kerja terus terbuka,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid turut memperkenalkan program jaring pengaman sosial seperti “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” yang ditujukan membantu masyarakat, khususnya pekerja yang terdampak kondisi ekonomi.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian, salah satunya melalui pelatihan keterampilan dan pembelajaran bahasa asing secara gratis guna meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Ia mengakui kondisi dunia usaha saat ini tengah menghadapi tekanan, sehingga diperlukan sinergi agar perusahaan tetap bertahan tanpa mengabaikan kesejahteraan karyawan.

“Kita harus berkembang bersama. Semua pihak harus siap naik kelas menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah organisasi buruh seperti Front Nasional Buruh Indonesia dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia yang turut menyampaikan aspirasi mereka.

Momentum May Day 2026 di Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga wadah dialog antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha guna memperkuat hubungan industrial yang harmonis serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

error: Content is protected !!