Indeks

Pemuda Siney Tengah Dibekali Penguatan Organisasi

MAHAMUDDIN Tekankan Kepemimpinan dan Kolaborasi

Pemuda Siney Tengah Dibekali Penguatan Organisasi
Foto : Kegiatan Sosialisasi dalam Penguatan Organisasi Risma dan Karang Taruna di Siney Tengah / Syarifuddin,S.Sos

PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan desa. Karena itu, penguatan kapasitas pengurus, kepemimpinan, dan kolaborasi menjadi bekal penting bagi Remaja Islam Masjid (Risma) dan Karang Taruna Desa Siney Tengah, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi penguatan keorganisasian yang berlangsung pada Senin (26/10/2026) malam, bertempat di Posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako (Untad) Palu di Desa Siney Tengah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Siney Tengah, Iswadi Idris, S.IP., didampingi koordinator kegiatan Syarifuddin, S.Sos., pemateri Mahamuddin, S.Sos., serta mahasiswa KKN Angkatan 118 Untad Palu. Kegiatan ini diikuti pengurus Risma dan Karang Taruna setempat. Dalam sambutannya, Iswadi mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai tugas dan fungsi organisasi diperlukan agar para pengurus mampu menjalankan tanggung jawabnya secara optimal.

Foto : MAHAMUDDIN Saat memberikan penguatan dihadapan pengurus Organisasi Risma dan Karang Taruna / Syarifuddin,S.Sos

Ia berharap organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat serta menjadi mitra pemerintah desa dalam melaksanakan program kemasyarakatan. Iswadi juga mengingatkan peserta agar mengikuti materi dengan serius sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing.

Sementara itu, Mahamuddin menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan mengarahkan anggota. Seorang pemimpin juga harus mampu menggerakkan organisasi, mengambil tanggung jawab atas kegiatan yang dilaksanakan, serta mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan tindakannya. Ia mendorong generasi muda agar berani berorganisasi, tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan, dan menjadikan tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Menurutnya, Risma dan Karang Taruna memiliki ruang kerja berbeda, tetapi dapat saling melengkapi. Risma berfokus pada kegiatan keagamaan, sedangkan Karang Taruna bergerak dalam bidang sosial dan kemasyarakatan. Kolaborasi kedua organisasi dinilai penting untuk memperluas manfaat kegiatan kepemudaan bagi masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, potensi generasi muda diharapkan dapat diarahkan menjadi kekuatan positif dalam mendukung kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan Desa Siney Tengah.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kesadaran bahwa organisasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan, tetapi juga oleh tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

error: Content is protected !!
Exit mobile version