PALU, Rajawalinet.co – Semangat kebangsaan dan penguatan nilai-nilai ideologi negara kembali digaungkan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah di halaman Kantor Kejati Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi Nomor 53, Kota Palu, Selasa (2/6/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, S.H., M.H., selaku Inspektur Upacara. Kegiatan diikuti oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, para pejabat utama, Kepala Kejaksaan Negeri Palu, para koordinator, pegawai, serta seluruh jajaran Kejati Sulawesi Tengah.
Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat penting bagi seluruh aparatur negara untuk terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Zullikar Tanjung membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Dalam amanat itu ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi fondasi pemersatu bangsa yang mampu menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama.
Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, percepatan perkembangan teknologi, hingga dinamika geopolitik dunia, Pancasila disebut tetap relevan sebagai jangkar moral yang menjaga arah perjalanan bangsa.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang membimbing Indonesia agar tetap kokoh dalam keberagaman,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam amanat Kepala BPIP RI.
Lebih lanjut, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dinilai telah menjadi kekuatan utama yang menyatukan lebih dari 17 ribu pulau serta ratusan kelompok etnis dalam satu identitas nasional sebagai bangsa Indonesia.
Kepala BPIP RI juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk berkontribusi dalam mewujudkan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap kemanusiaan menjadi modal penting dalam memperkuat diplomasi serta menciptakan perdamaian global.
Tidak hanya itu, pembangunan nasional juga diingatkan agar tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi maupun kemajuan teknologi. Penguatan karakter bangsa, etika, dan moral harus berjalan seiring agar kemajuan yang dicapai tetap memiliki arah dan manfaat bagi masyarakat luas.
Pesan khusus juga ditujukan kepada seluruh penyelenggara pemerintahan dan aparatur negara agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan selalu berpihak kepada kepentingan rakyat serta menjunjung tinggi prinsip keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Bagi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum strategis untuk memperkuat integritas institusi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memastikan pelayanan hukum yang diberikan kepada masyarakat berjalan secara adil, humanis, dan berorientasi pada kemanfaatan.
Melalui peringatan tersebut, Kejati Sulawesi Tengah kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan bangsa, memperkuat semangat gotong royong, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
