PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Semangat gotong royong masyarakat menjadi modal utama Pemerintah Desa Poly, Kecamatan Tinombo Selatan, dalam mempersiapkan diri menghadapi lomba desa tingkat Kabupaten Parigi Moutong yang direncanakan berlangsung pada akhir Oktober 2026.
Kepercayaan untuk mewakili Kecamatan Tinombo Selatan menjadi dorongan bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk memperkuat penataan lingkungan, meningkatkan kebersihan, serta melengkapi administrasi pemerintahan desa sesuai kebutuhan penilaian.
Kepala Desa Poly, Abd. Halim, mengatakan bahwa kesempatan tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, memperindah halaman rumah, menyiapkan kebun tanaman obat keluarga (TOGA), hingga membenahi kelengkapan dokumen administrasi desa. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat untuk berbenah cukup tinggi.

Warga ikut menata halaman rumah dan menyiapkan kebun TOGA sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian,” ujar Halim kepada Rajawalinet.co baru-baru ini. Salah satu upaya penataan lingkungan yang dilakukan pemerintah desa adalah pengadaan pagar rumah warga menggunakan rangka baja melalui program yang bersumber dari dana desa.
Pagar tersebut telah tersedia, sementara warga melanjutkan pengecatan dengan warna seragam agar lingkungan permukiman terlihat lebih rapi dan tertata.
Untuk mempercepat persiapan, pemerintah desa juga menggelar lomba kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3) antardusun. Empat dusun dilibatkan dalam kegiatan tersebut untuk mendorong partisipasi warga sekaligus membangun persaingan positif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
Setiap dusun mulai membenahi wilayahnya, termasuk menyiapkan kebun TOGA dan memperhatikan keindahan lingkungan. Pada malam hari, suasana desa juga terlihat lebih terang dengan keberadaan lampu jalan dan lampu hias. Bagi Pemerintah Desa Poly, persiapan lomba ini tidak hanya berorientasi pada hasil penilaian, tetapi juga menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan secara berkelanjutan.
Abd. Halim berharap kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat dapat memberikan hasil maksimal saat penilaian berlangsung. Ia pun optimistis Desa Poly mampu meraih prestasi terbaik di tingkat Kabupaten Parigi Moutong pada 2026. Dengan persiapan yang terus berjalan, Desa Poly kini berupaya membuktikan bahwa kekompakan warga dan penataan lingkungan dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun desa yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.











