PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegar di Desa Silampayang, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai menunjukkan dampak nyata di lingkungan pendidikan.
Di SMAN 2 Kasimbar, misalnya, program ini dinilai membantu sekitar 300 siswa dalam pemenuhan asupan gizi harian. Antusiasme siswa terlihat setiap kali distribusi makanan berlangsung. Menu yang disiapkan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memperhatikan komposisi gizi seimbang.
Kepala SMAN 2 Kasimbar, Irjan, menyampaikan bahwa kehadiran dapur SPPG merupakan wujud perhatian pemerintah pusat terhadap kesehatan peserta didik. Ia menilai program tersebut tidak hanya mendukung kecukupan nutrisi siswa, tetapi juga membantu meringankan beban pengeluaran harian.
“Dengan adanya MBG, siswa lebih terjamin asupan gizinya. Ini berdampak pada kesehatan dan semangat belajar mereka,” ujarnya baru-baru ini.
Selama beberapa pekan penyaluran, menu yang disediakan dinilai memadai dari sisi kualitas dan kandungan gizi. Paket makanan terdiri dari nasi, lauk berprotein seperti ayam atau sumber protein lain, sayuran segar, serta buah-buahan. Komposisi tersebut disusun berdasarkan standar yang merujuk pada anjuran tenaga ahli gizi.
Meski demikian, pihak sekolah berharap kualitas tetap menjadi prioritas utama. Irjan menekankan pentingnya menjaga standar keamanan pangan, termasuk memastikan bahan makanan layak konsumsi dan tidak melewati masa kedaluwarsa.
Sementara itu, pemilik Dapur SPPG Tegar, Hj. Farida, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/2/2026), menjelaskan bahwa program MBG dirancang untuk mendukung peningkatan kesehatan siswa dan kelompok rentan lainnya. Ia memastikan proses penyediaan makanan dilakukan sesuai standar kesehatan.
“Kami mengikuti arahan ahli gizi dalam menentukan menu. Selain itu, disiplin terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) menjadi komitmen utama kami,” jelas Farida.
Ia menambahkan, penerapan SOP dilakukan secara ketat, termasuk pembatasan akses ke area dapur guna menjaga kebersihan dan sterilisasi ruangan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan pangan maupun persoalan internal yang dapat mengganggu kepercayaan publik.
Dari sisi pasokan, Farida memastikan ketersediaan bahan baku seperti ayam, sayuran, dan buah-buahan dalam kondisi cukup dan terkontrol. Khusus selama bulan Ramadan, distribusi makanan tetap menyesuaikan kebutuhan siswa dengan tetap memperhatikan kandungan gizi.
Pihak pengelola dapur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar keberlanjutan program MBG dapat terjaga dan memberi manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kecamatan Kasimbar.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam pemenuhan gizi, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan generasi muda di Parigi Moutong.











