Donggala Salurkan 1,2 Ton Ikan untuk Cegah Stunting

“Penyaluran akan dilakukan oleh Dinas Perikanan setelah proses validasi data selesai,”

Donggala Salurkan 1,2 Ton Ikan untuk Cegah Stunting
Ilustrasi/Manus

DONGGALA, Rajawalinet.co – Pemerintah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, bersiap menyalurkan bantuan pangan bergizi berupa ikan segar dan produk olahan kepada keluarga berisiko stunting di wilayah terpencil.

Program ini akan difokuskan di Desa Malino dan Desa Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan, yang dinilai memiliki angka risiko stunting cukup tinggi.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mengatakan penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026, setelah data penerima manfaat dinyatakan final.

“Penyaluran akan dilakukan oleh Dinas Perikanan setelah proses validasi data selesai,” ujar Vera. Kamis (23 April 2026)

Ia menjelaskan, pemilihan dua desa tersebut didasarkan pada kondisi geografis yang sulit dijangkau serta minimnya intervensi program sebelumnya. Berdasarkan data sementara, jumlah keluarga berisiko stunting di masing-masing desa mencapai sekitar 200 kepala keluarga.

“Wilayah Malino dan Lumbulama termasuk daerah yang cukup tertinggal dari sisi akses, sehingga membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.

Untuk mendukung program ini, pemerintah daerah menyiapkan sekitar 1,2 ton ikan segar serta 50 paket produk olahan berbahan dasar ikan yang akan didistribusikan kepada masyarakat sasaran.

Menurut Vera, bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan konsumsi protein hewani, khususnya ikan, sebagai langkah preventif dalam menekan angka stunting.

“Intervensi gizi melalui konsumsi ikan menjadi salah satu strategi penting dalam pencegahan stunting,” katanya.

Data penerima bantuan, lanjut dia, bersumber dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Donggala.

Meski demikian, ia mengakui tantangan distribusi masih menjadi kendala, terutama akses jalan menuju Desa Lumbulama yang cukup berat dilalui.

Untuk mengantisipasi hambatan tersebut, Pemkab Donggala telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, aparat kepolisian, serta TNI guna memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan aman dan tepat waktu.

“Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dalam mendukung percepatan penanganan stunting.

Berdasarkan data pemerintah daerah, target prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen. Sementara itu, angka stunting pada 2025 tercatat masih berada di kisaran 29,6 persen.

Sepanjang 2025, beberapa wilayah seperti Sojol, Sindue Tobata, dan Tanantovea dilaporkan berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan.

error: Content is protected !!