PARIGI MOUTONG Rajawalinet.co- Konsistensi prestasi kembali ditunjukkan SMAN 2 Kasimbar dalam ajang Lomba Cepat Tepat Fiqhi (LCTF) tingkat MA/SMA/SMK sederajat yang digelar Universitas Alkhairat Palu. Tidak sekadar mempertahankan gelar, sekolah ini bahkan mengukuhkan dominasi dengan menyabet juara umum pertama dan kedua sekaligus pada kompetisi tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama 12–18 April 2026 di Aula Kampus Universitas Alkhairat Palu tersebut diikuti peserta dari empat provinsi: Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo. Persaingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga final.
SMAN 2 Kasimbar menurunkan dua regu yang dipersiapkan secara intensif. Hasilnya, kedua tim mampu melaju hingga babak puncak dan mengungguli seluruh pesaing. Capaian ini sekaligus mengulang keberhasilan tahun sebelumnya, ketika sekolah tersebut juga meraih juara umum pertama.
Guru pembina, Zulkifli, menyampaikan rasa haru atas perjuangan para siswa yang dinilai mampu menjaga konsistensi prestasi di tengah kompetisi yang semakin kompetitif. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hasil instan, melainkan buah dari latihan terstruktur dan kerja sama tim yang solid.
“Anak-anak menunjukkan komitmen luar biasa. Mereka tidak hanya belajar materi, tetapi juga melatih kecepatan berpikir dan ketepatan menjawab,” ujarnya saat penyerahan piala bergilir kepada pihak sekolah dalam upacara bendera, Senin (20/04/2026).
Regu A diperkuat oleh Nur Afifa, Nursyahila, dan Marnalita, sementara Regu B diisi oleh Aidil, Moh. Alif, dan Raguan Alivia. Kedua tim dinilai memiliki kemampuan yang seimbang sehingga mampu mendominasi jalannya lomba hingga babak akhir.
Kepala SMAN 2 Kasimbar, Irjan, mengapresiasi capaian tersebut dan menyebutnya sebagai bukti nyata kualitas pembinaan akademik di sekolah. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan seluruh elemen sekolah dalam mendorong prestasi siswa.
“Kompetisi ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga proses pembelajaran. Siswa dilatih berpikir kritis, cepat, dan memperdalam pemahaman keagamaan,” jelasnya.
Menurutnya, keikutsertaan dalam LCTF memberikan pengalaman berharga bagi siswa, sekaligus memperkuat karakter, semangat berkompetisi sehat, dan nilai kebersamaan antar peserta dari berbagai daerah.
Keberhasilan dua tahun berturut-turut ini menempatkan SMAN 2 Kasimbar sebagai salah satu sekolah dengan rekam jejak kuat dalam ajang akademik berbasis keagamaan di kawasan timur Indonesia. Tantangan berikutnya adalah menjaga tradisi prestasi sekaligus meningkatkan kualitas generasi berikutnya.
