DONGGALA Rajawalinet.co – Desa Kumbasa, Kabupaten Donggala, semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu desa dengan potensi budaya unggulan di Indonesia. Keberhasilan menembus 22 besar nasional dalam Program Pemajuan Kebudayaan Desa menjadi peluang penting untuk mengangkat kekayaan tradisi lokal ke tingkat lebih luas.
Prestasi tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kunjungan jajaran Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang disambut langsung Bupati Donggala.
Sejak terpilih dalam Program Pemajuan Kebudayaan Desa pada 2024, Desa Kumbasa terus menunjukkan perkembangan. Bahkan, hingga 2026, desa ini berhasil masuk dalam lima desa terpilih untuk aktivasi program dan menjadi satu-satunya perwakilan Sulawesi yang masih bertahan dalam kompetisi tingkat nasional.
Bupati Donggala menyampaikan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh agar potensi Desa Kumbasa dapat berkembang dan mampu bersaing meraih posisi tiga besar nasional.
Dukungan tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi dan warisan budaya, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta penguatan sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, kemajuan desa budaya harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak sekadar menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi dan identitas daerah.
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya tersebut, masyarakat diajak menyukseskan Festival KaMuliTa Vol. 1 yang akan digelar di Desa Kumbasa pada 14–15 November 2026.
Festival ini mengangkat tema “DAKU RI TUNTU KA MAKUMPU, ALA MALOMPE MULITA MPASANGGANI.” Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang memperkenalkan kekayaan budaya Donggala, terutama tradisi lisan, kepada masyarakat yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Donggala berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat langkah Desa Kumbasa menuju tiga besar nasional.
Capaian ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Donggala untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal memiliki potensi besar menjadi kebanggaan Indonesia.
