PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Ketersediaan bahan pangan lokal menjadi salah satu penopang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Tegar di Desa Silampayang, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dalam menjaga kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemilik Dapur Tegar, Farida, mengatakan bahwa persediaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan menu MBG hingga saat ini masih mencukupi. Kondisi tersebut didukung kemitraan dengan sejumlah penyedia bahan pangan yang berada di wilayah operasional program MBG di Kecamatan Kasimbar.
Menurut Farida, bahan pangan dari hasil pertanian lokal menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyediaan makanan bagi para penerima manfaat. Komoditas yang dipasok mitra antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, serta ayam.
“Prioritas kami adalah menjaga kualitas menu yang disajikan setiap hari dengan tetap mengacu pada ketentuan standar gizi. Kami ingin memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemitraan dengan pemasok lokal turut membantu menjaga ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan dalam proses pengolahan makanan. Dengan pasokan yang memadai, operasional dapur diharapkan dapat berjalan lancar sesuai kebutuhan distribusi MBG.
Meski demikian, Farida menekankan pentingnya pengawasan secara berkelanjutan, terutama terhadap kualitas bahan baku sebelum diolah menjadi makanan siap saji. Pengawasan juga diperlukan dalam proses distribusi agar makanan yang diterima para penerima manfaat tetap terjaga kualitasnya. Dapur Tegar berkomitmen mempertahankan mutu menu melalui pemilihan bahan pangan yang layak konsumsi, pemenuhan standar gizi, serta pengawasan terhadap proses penyediaan makanan.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran program MBG di Kecamatan Kasimbar, tetapi juga memperkuat peran pemasok pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dapur pelayanan gizi. Ketersediaanu pasokan yang memadai perlu diimbangi dengan pengawasan mutu secara konsisten agar tujuan program MBG dalam mendukung pemenuhan gizi penerima manfaat dapat berjalan optimal.











