Mahasiswa KKN Untad Angkatan 118 Dorong Pemberdayaan Desa Siney Tengah

Mahasiswa Untad Gandeng Warga Bangun Potensi Desa

Mahasiswa KKN Untad Angkatan 118 Dorong Pemberdayaan Desa Siney Tengah
Foto : Mahasiswa KKN Angkatan.118 Untad 2026 di Siney Tengah/ Syarifuddin,S.Sos

PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Kehadiran tujuh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 118 Universitas Tadulako (Untad) Palu di Desa Siney Tengah, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, membawa sejumlah agenda pemberdayaan masyarakat yang menyentuh berbagai sektor kehidupan desa.

Melalui program kerja yang mencakup pendidikan, kesehatan, pertanian, ekonomi kreatif, hingga pelestarian lingkungan, mahasiswa berupaya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Rencana kegiatan tersebut dipaparkan dalam lokakarya pada 19 Oktober 2026 malam, yang dipusatkan di halaman posko mahasiswa KKN.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Desa Siney Tengah Iswadi Idris, S.IP., Ketua BPD Masrun, Ketua Adat Idham, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Risma, Karang Taruna, TP-PKK, serta aparat desa. Koordinator KKN, Dimas Zalfi Gondo Kusuma, menjelaskan bahwa program yang dibawa mahasiswa dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan praktis. Di sektor pendidikan, mahasiswa menyiapkan bimbingan belajar dan gerakan literasi bagi peserta didik. Sementara di bidang pertanian, mereka merencanakan pembuatan kebun sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA).

Mahasiswa KKN Untad Angkatan 118 Dorong Pemberdayaan Desa Siney Tengah
Foto : Kegiatan Lokakarya KKN Untad Angkatan.118 di Siney Tengah/ Syarifuddin,S.Sos

Program lainnya meliputi edukasi kesehatan keluarga dan posyandu, pelatihan literasi digital serta administrasi desa, hingga pengembangan UMKM melalui pelatihan pembuatan produk dengan kemasan berlabel. Mahasiswa juga mengagendakan pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik, gerakan kebersihan lingkungan, serta edukasi pelestarian pantai dan penanaman mangrove. Selain program utama dari kampus, terdapat usulan tambahan dari masyarakat, antara lain penguatan organisasi Risma dan Karang Taruna, kegiatan olahraga remaja, serta gerakan desa bersih melalui pengelolaan sampah.

Dimas mengatakan, sekitar 70 persen program kerja telah ditetapkan dari kampus, sedangkan 30 persen lainnya merupakan program tambahan yang menyesuaikan kebutuhan dan masukan masyarakat. Ia menegaskan, keberhasilan kegiatan tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif warga, bukan sekadar pelaksanaan program oleh mahasiswa. “Kami bukan menawarkan proyek, tetapi sangat membutuhkan partisipasi masyarakat agar program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya. Dengan masa pengabdian yang hanya berlangsung selama 26 hari, mahasiswa berharap setiap kegiatan dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Desa Siney Tengah, Iswadi Idris, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Untad. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pengetahuan akademik dan kebutuhan nyata masyarakat desa. Iswadi juga mengajak warga untuk mendukung seluruh program mahasiswa serta membangun komunikasi yang baik agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Melalui kolaborasi tersebut, KKN diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar bersama yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Siney Tengah.

error: Content is protected !!