PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co — Pelaksanaan program revitalisasi di SMAN 1 Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menghadapi tantangan cuaca. Tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir disebut turut memengaruhi kelancaran pengadaan dan pengangkutan material bangunan.
Program yang bersumber dari APBN 2026 tersebut memiliki nilai bantuan sekitar Rp928,73 juta. Pekerjaan dimulai 21 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026 dengan masa pelaksanaan sekitar 120 hari.
Adapun bangunan yang direhabilitasi meliputi ruang kelas XII, ruang kelas X, laboratorium IPA, ruang administrasi, ruang tata usaha (TU), serta ruang wakil kepala sekolah.

Kepala SMAN 1 Kasimbar, Drs. Sudirham, saat dikonfirmasi media ini, Senin (7/9/2026), menjelaskan bahwa pekerjaan telah berjalan sekitar satu bulan. Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perkembangan pekerjaan belum terlihat secara signifikan. Menurutnya, hujan yang cukup tinggi membuat proses pengangkutan pasir mengalami kendala. Jarak pengambilan material yang relatif jauh juga disebut berdampak pada biaya satuan material yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan dalam RAB.
“Kondisi alam menjadi salah satu kendala. Pengangkutan material pasir sempat tertunda karena hujan, termasuk pengadaan kayu yang juga mengalami kesulitan,” ujar Sudirham. Meski demikian, pihak sekolah menyatakan tetap berupaya mempercepat pekerjaan agar progres pembangunan terus bertambah dan target penyelesaian tetap dapat dicapai.
Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola dengan melibatkan tenaga kerja profesional dari wilayah Kecamatan Kasimbar. Pihak sekolah juga menyatakan pekerjaan mengacu pada petunjuk teknis serta RAB yang telah ditetapkan. Sudirham menambahkan, pengawasan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan pihak sekolah, komite, serta tim teknis yang ditunjuk.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan tetap sesuai ketentuan. Ia juga menegaskan bahwa perkembangan pekerjaan akan disampaikan secara terbuka melalui papan informasi proyek sehingga masyarakat dan pihak terkait dapat mengetahui progres pelaksanaan revitalisasi.
Pihak sekolah berharap dukungan seluruh pihak dapat membantu mengatasi kendala selama proses pembangunan, terutama faktor cuaca, sehingga program revitalisasi dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.











