PALU, Rajawalinet.co – Program Beasiswa Berani Cerdas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai dirasakan sebagai salah satu upaya meringankan beban keluarga dalam membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi.
Program unggulan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido tersebut menyasar peserta didik SMA, SMK, SLB hingga mahasiswa jenjang S1, S2, S3, termasuk sejumlah pendidikan profesi sesuai ketentuan program.
Salah seorang orang tua siswa asal Kabupaten Banggai, Jemmy, menilai bantuan pendidikan tersebut memberikan ruang lebih besar bagi keluarga berpenghasilan rendah untuk mempertahankan pendidikan anak.
“Orang tua tidak perlu lagi terlalu memikirkan biaya sekolah dan kuliah bagi anak, khususnya keluarga yang masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4,” ujar Jemmy saat dihubungi, Kamis (3/9/2026).
Menurut Jemmy, tantangan berikutnya adalah memastikan penerima bantuan tetap fokus menyelesaikan pendidikan.
“Anak-anak harus terus dipantau dan diarahkan agar fokus belajar, sehingga tidak ada lagi yang putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” katanya.
Data yang disampaikan menunjukkan, pada 2025 sebanyak 23.569 mahasiswa telah menerima bantuan biaya kuliah dengan anggaran lebih dari Rp84 miliar. Pada 2026, cakupan program diperluas, antara lain untuk jenjang S2, S3, dokter spesialis serta bantuan penyelesaian studi.
Di Universitas Tadulako, tercatat 10.768 mahasiswa berdasarkan hasil validasi kampus yang diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng pada Januari 2026. Sementara UIN Datokarama Palu mencatat 2.173 mahasiswa yang masuk daftar tunggu pencairan. Data dari sejumlah perguruan tinggi lainnya masih dalam proses validasi.
Selain Berani Cerdas, Pemprov Sulteng juga menjalankan BOSDA untuk siswa SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Firmanza DP, menjelaskan BOSDA diberikan kepada sekolah tanpa menggunakan klasifikasi desil.
“BOSDA berlaku untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng, sekitar 453 sekolah. Tidak menggunakan desil,” jelas Firmanza.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan pendidikan dan kesehatan menjadi bagian dari prioritas pemerintahannya melalui program Berani Cerdas dan Berani Sehat.
“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan fisik. Yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia anak-anak Sulteng melalui pendidikan,” tegas Anwar.
Menurut Anwar, pelaksanaan program tersebut mendapat dukungan DPRD Sulawesi Tengah melalui APBD. Ia berharap program pendidikan dan kesehatan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Program Berani Cerdas pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang bantuan biaya pendidikan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi anak-anak Sulawesi Tengah untuk menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.











