Warung Makan Dipantai Khatulistiwa Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Diduga Korsleiting Listrik, Warung Makan di Desa Khatulistiwa, Dilalap Api

Warung Makan Dipantai Khatulistiwa Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
Foto Warung Makan di Desa Khatulistiwa Hangus Terbakar/ Syarifuddin,S.Sos

PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah makan di kawasan Pantai Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa, (4/8/2026) (Malam) sekitar pukul 21.30 WITA. Rumah makan tersebut diketahui milik Hotman H. Pontoh (46) bersama istrinya, Siti Najemi (43). Pasangan yang berasal dari Kabupaten Buol itu baru beberapa bulan menjalankan usaha kuliner di lokasi tersebut.

Menurut keterangan Hotman, peristiwa bermula saat seorang tetangga bernama Hairil Nam berteriak memberi tahu bahwa api terlihat muncul dari bagian atap bangunan. Mendengar teriakan itu, Hotman dan istrinya yang sedang berada di halaman rumah langsung masuk untuk memastikan kondisi di dalam. Api disebut dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan. Hotman kemudian bergegas membangunkan mertuanya, Hj. Zahra Mardani (73), dan seorang pekerja bernama Hamia (50), serta satu orang anaknya Raihana Fitri (11), yang masih duduk dibangku SD, yang saat itu berada di dalam kamar. Namun seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka. Di tengah kepanikan, keluarga hanya sempat menyelamatkan satu unit sepeda motor. Sementara seluruh perabot rumah tangga, peralatan elektronik, dokumen penting, uang tunai sekitar Rp3 juta, satu telepon genggam dan sebuah tablet tidak berhasil diselamatkan karena api telah membesar.  Hotman menduga sumber api bukan berasal dari dapur, melainkan dari bagian kamar. Ia memperkirakan kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Dugaan tersebut, menurutnya, berkaitan dengan instalasi listrik yang sebelumnya pernah mengalami gangguan dan sempat diperbaiki oleh pihak petugas PLN.

Kapolsubsektor Tinombo Selatan, IPTU Eko Maryanto, mengatakan pihaknya segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan warga. Namun sebelumnya pihak Babinkamtibmas Agustinus sudah lebih dulu berada dilokasi kejadian bersama anggota polsub lainnya dan langsung melakukan evakuasi bersama masyarakat, petugas berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api yang cepat menyebar membuat bangunan tidak dapat diselamatkan. “Seluruh penghuni berhasil dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik sebagaimana keterangan awal dari pemilik,” ujar IPTU Eko. Akibat kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

error: Content is protected !!