Aksi Nyata Mahasiswa Antropologi Untad, Jaga Ekosistem Pesisir Palu

Magrove Tondo Jadi Pusat Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Untad

Aksi Nyata Mahasiswa Antropologi Untad, Jaga Ekosistem Pesisir Palu
Aksi Nyata Mahasiswa Antropologi Bersihkan Pantai Duyu Tondo /Syarifuddin,S.Sos

PALU, Rajawalinet.co – Peringatan Hari Lingkungan Sedunia dimaknai secara konkret oleh mahasiswa Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) melalui kegiatan kerja bakti dan aksi bersih lingkungan di kawasan Mangrove Dupa, Kelurahan Tondo, Kota Palu, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Titik V kawasan pesisir mangrove tersebut melibatkan puluhan mahasiswa, dosen, unsur pemerintah Kelurahan Tondo, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu. Selama sehari penuh, peserta melakukan pembersihan sampah organik dan nonorganik yang tersebar di area pesisir dan kawasan hutan mangrove.

Aksi Nyata Mahasiswa Antropologi Untad, Jaga Ekosistem Pesisir Palu
Aksi Nyata Mahasiswa Antropologi Bersihkan Pantai Duyu Tondo /Syarifuddin,S.Sos

Aksi tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah kokurikuler yang dibimbing oleh dosen pengampu, Yulianti Bakari, S.Sos., M.AP., dan Hendra, M.Phil., M.A. Selain sebagai kegiatan akademik, kerja bakti ini juga menjadi bentuk kepedulian civitas akademika terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

Koordinator kegiatan, yang juga sebagai Dosen Pengampuh Mata Kulia Kokulikuler Yulianti Bakari, menjelaskan bahwa momentum Hari raTPuntuk lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan hutan mangrove yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Menurutnya, kawasan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi dan lingkungan yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan Kota Palu.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap aksi sederhana ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan untuk lebih aktif menjaga kelestarian pesisir dan hutan mangrove,” ujarnya di sela kegiatan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan sampah serta perlindungan ekosistem pesisir.
Peringatan Hari Lingkungan Sedunia tahun ini pun menjadi momentum bagi generasi muda untuk menunjukkan peran aktif mereka dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masa depan.Aksi Nyata Mahasiswa Antropologi Untad, Jaga Ekosistem Pesisir Palu.

error: Content is protected !!