PALU, Rajawalinet.co – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperlihatkan jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Salah satunya dilakukan Polresta Palu melalui kegiatan panen jagung serentak kuartal kedua yang berlangsung di lahan binaan Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari panen jagung serentak nasional yang dipimpin langsung Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui sambungan virtual bersama jajaran kepolisian di berbagai daerah.
Secara nasional, panen jagung dilakukan di lahan seluas 189.760 hektare dengan estimasi produksi mencapai 1,23 juta ton. Di Kota Palu, Polresta Palu melaksanakan panen di lahan binaan seluas 0,7 hektare yang dikelola bersama masyarakat tani setempat.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa program panen jagung serentak merupakan bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Polri berkomitmen untuk terus mendukung dan mewujudkan ekosistem pertanian jagung secara menyeluruh, mulai dari hulu sampai dengan hilir meliputi penyiapan lahan, penyediaan bibit, penanaman, perawatan, hingga memastikan penyerapan hasil panen,” ujar Kapolri.
Ia juga menekankan bahwa sektor pangan memiliki peran strategis dalam keberlangsungan kehidupan bangsa.
“Menghasilkan pangan dan makanan adalah melanjutkan peradaban. Penyediaan pangan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tambahnya.
Keberhasilan program tersebut disebut tidak lepas dari capaian sepanjang tahun 2025, di mana Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektare dengan total hasil panen mencapai 359 juta ton. Angka tersebut mencerminkan peningkatan produksi jagung nasional sebesar 6,74 persen.
Sementara pada panen raya kuartal pertama tahun 2026 yang dilaksanakan 8 Januari lalu, Polri tercatat telah memanen jagung di lahan seluas 91 ribu hektare dengan hasil mencapai 884.129 ton.
Di tingkat daerah, kegiatan panen di Kelurahan Duyu berlangsung dengan suasana kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Wakapolresta Palu AKBP M. Ilham, unsur TNI dari Kodim setempat, para Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta kelompok petani lokal yang selama ini mengelola lahan binaan.
Sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong peningkatan produksi pertanian, khususnya komoditas jagung yang saat ini menjadi salah satu sektor prioritas pemerintah.
Program lahan binaan yang dijalankan Polresta Palu juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian. Selain membantu proses penanaman dan perawatan, aparat kepolisian turut memberikan pendampingan agar hasil panen dapat terserap dengan baik di pasar.
Meski luas lahan yang dipanen di Palu relatif kecil dibandingkan skala nasional, kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam membangun partisipasi masyarakat terhadap program ketahanan pangan.
Kapolri menegaskan bahwa strategi panen serentak tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kualitas hasil panen dan distribusinya berjalan optimal. Jagung hasil panen nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pengembangan industri pangan dan sektor peternakan.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, program ketahanan pangan diharapkan terus berkembang dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di daerah.











