PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Mendorong pembelajaran yang tidak sekadar berorientasi pada hafalan, SMAN 2 Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menggelar In House Training (IHT) bertema “Merancang Model dan Metode Efektif Menuju Kelas Bermakna”, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini menjadi upaya sekolah memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran mendalam (deep learning) agar siswa mampu memahami materi, menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMAN 2 Kasimbar, Irjan, S.Pd., M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia didampingi Wakasek Kurikulum Bahrul Fajrih, S.Pd.Gr., Wakasek Kesiswaan Ismail M. Nuhu, S.Pd.Gr., dan Wakasek Humas Syarifuddin, S.Sos. Kegiatan ini diikuti seluruh dewan guru dan dipusatkan di ruang kelas sekolah. Dalam sambutannya, Irjan menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan bagian penting dalam menghadirkan proses belajar yang efektif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, IHT menjadi sarana pengembangan profesional guru melalui pelatihan yang terarah, sekaligus memberikan ruang untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Ia berharap materi yang diperoleh peserta dapat menjadi pedoman dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih inovatif, termasuk memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pendidikan.
Materi pelatihan disampaikan Rai Ratih Erlia, S.Pd.Gr., yang merupakan bagian dari Ikatan Guru Bahasa Inggris Daerah Terpencil (IGBIT). Komunitas tersebut meraih predikat Terbaik I Apresiasi GTK kategori Komunitas Belajar tahun 2025 dan mewakili Sulawesi Tengah di tingkat nasional. Selain itu ia juga merupakan guru di SMKN 1 Ampibabo. Dalam pemaparannya, Rai menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam menekankan pemahaman konsep, keterkaitan antarmateri, serta kemampuan siswa menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Guru juga diajak memahami kerangka model pembelajaran efektif, memilih metode kontekstual, dan menyusun langkah strategis untuk menciptakan suasana kelas yang bermakna.
Menariknya, pelatihan ini turut mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) melalui aplikasi seperti Gemini dan ChatGPT untuk membantu pengembangan media pembelajaran. Materi tidak berhenti pada teori. Para guru juga mengikuti praktik langsung agar lebih memahami penggunaan aplikasi tersebut dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
Melalui IHT ini, SMAN 2 Kasimbar diharapkan semakin memperkuat kesiapan tenaga pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan, yakni membangun pemahaman dan kemampuan berpikir siswa secara mendalam. Rai Ratih Erlia pun menyampaikan kebanggaannya karena mendapat kesempatan berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama para guru SMAN 2 Kasimbar.
