PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 mulai membawa perubahan bagi SD Inpres 3 Maninili, Desa Siaga, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sekolah tersebut memperoleh dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp1.194.427.348 miliar yang bersumber dari APBN 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kondisi sarana dan prasarana sekolah melalui sejumlah pekerjaan rehabilitasi dan penataan lingkungan.
Rencana pekerjaan mencakup rehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang kantor, satu ruang perpustakaan, serta pembangunan enam ruang MCK. Selain itu, lingkungan sekolah juga akan ditata melalui pembangunan pagar dan pemasangan paving pada halaman sekolah.
Pelaksanaan program dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Panitia bertanggung jawab mulai dari proses perencanaan, pengadaan barang dan jasa, hingga pelaksanaan pembangunan dengan mengacu pada petunjuk teknis serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kepala SD Inpres 3 Maninili, Salma, saat ditemui Rajawalinet.co, Rabu (9/9/2026), mengatakan pekerjaan mulai dikerjakan pada akhir Agustus setelah sebelumnya terkendala keterlambatan pencairan anggaran dari pemerintah pusat.
“Pelaksanaannya secara swakelola oleh pihak sekolah. Walaupun ada keterlambatan, kami berusaha mengejar target dengan melibatkan tenaga kerja yang profesional di bidangnya,” ujar Salma.
Menurutnya, tenaga kerja yang dilibatkan juga berasal dari wilayah Kecamatan Tinombo Selatan. Sementara kebutuhan material bangunan diperoleh dari sejumlah toko penyedia di wilayah sekitar dengan tetap memperhatikan spesifikasi yang tercantum dalam petunjuk teknis dan RAB. Salma menambahkanmaterial bangunan lama yang masih memenuhi standar kelayakan akan dimanfaatkan kembali. Salah satunya material kayu pada bagian atap beberapa ruang kelas yang dinilai masih dapat digunakan.
Karena pekerjaan baru dimulai, progres pembangunan saat ini masih dalam tahap awal. Pihak sekolah bersama komite sekolah turut melakukan pengawasan agar pelaksanaan sesuai ketentuan dan kualitas pekerjaan dapat dipertanggung jawabkan. Bahkan pihaknya akan menyediakan papan informasi sebagai bentuk transparansi dalam pelaksanaan pekerjaan agar progres pembangunan dapat diketahui oleh publik.
Koordinasi dengan tim teknis juga terus dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan mengikuti petunjuk teknis dan RAB. Di sisi lain, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran menggunakan gedung Alkhairaat yang berada di lingkungan setempat hingga pekerjaan rehabilitasi ruang kelas selesai. Salma berharap seluruh pekerjaan, termasuk rehabilitasi bangunan dan penataan halaman sekolah, dapat diselesaikan sesuai target waktu yang ditetapkan, yakni dalam 150 hari kalender hingga 31 Desember 2026
