PU Palu Ungkap Penyebab Molornya Revitalisasi Taman GOR

Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas PU Kota Palu, Yusdarmin, menjelaskan tahap pertama revitalisasi mencakup pembongkaran taman lama dan pembangunan taman di sisi selatan, termasuk pekerjaan struktur dan sebagian finishing.

PU Palu Ungkap Penyebab Molornya Revitalisasi Taman GOR
Pengerjaan revitalisasi Taman GOR Tahap I capai 97 persen/Sumber: Istimewa

PALU, Rajawalinet.co — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu membeberkan alasan keterlambatan penyelesaian proyek Revitalisasi Taman GOR Kota Palu Tahap I yang hingga akhir masa kontrak belum rampung sepenuhnya. Hingga 31 Desember 2025, progres fisik pekerjaan tercatat mencapai 97 persen.

Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas PU Kota Palu, Yusdarmin, menjelaskan tahap pertama revitalisasi mencakup pembongkaran taman lama dan pembangunan taman di sisi selatan, termasuk pekerjaan struktur dan sebagian finishing. Ia menyebut sejumlah faktor di luar perencanaan awal memengaruhi jadwal penyelesaian proyek.

“Keterlambatan penyelesaian pekerjaan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak dapat kami prediksi sebelumnya,” ujar Yusdarmin saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca menjadi kendala utama. Intensitas hujan yang tinggi selama Oktober hingga Desember 2025 menghambat pekerjaan di lapangan karena seluruh pekerjaan taman berada di area terbuka.

“Pekerjaan taman merupakan pekerjaan di area terbuka. Pada bulan Oktober, November, dan Desember sering terjadi hujan, sehingga pekerjaan tidak bisa dilaksanakan secara maksimal,” jelasnya.

Selain cuaca, perubahan material finishing lantai turut berdampak pada keterlambatan. Yusdarmin mengatakan, kesepakatan penggunaan material finishing baru tercapai pada 31 Oktober 2025, sehingga memerlukan waktu tambahan untuk proses pemesanan.

“Adanya pergantian material finishing lantai dari rencana awal menyebabkan keterlambatan pemesanan material dan berdampak langsung pada pelaksanaan pekerjaan,” katanya.

Ia menyebut sisa pekerjaan yang belum terselesaikan sekitar 3 persen, berupa pemasangan finishing batu alam berukuran 10 x 20 sentimeter. Meski demikian, Dinas PU dan penyedia jasa terus berupaya menyelesaikan proyek sesuai ketentuan kontrak.

“Pada prinsipnya kami bersama penyedia sudah berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai rencana. Namun ada kondisi di luar kendali yang menyebabkan keterlambatan,” ujar Yusdarmin.

Ia memastikan penyedia pelaksana bersedia menuntaskan sisa pekerjaan pada masa pemberian kesempatan, dengan konsekuensi denda keterlambatan per hari sesuai kontrak.

“Penyedia menyatakan kesiapannya untuk menuntaskan pekerjaan sampai selesai pada masa pemberian kesempatan, dengan konsekuensi denda per hari,” tegasnya.

Yusdarmin juga meluruskan informasi terkait tumpukan material paving di lokasi Taman GOR. Ia menegaskan material tersebut merupakan paving bongkaran dari taman lama, bukan material baru yang belum terpasang.

“Material paving yang terlihat menumpuk itu merupakan material bongkaran dari taman GOR lama,” katanya.

Ia menambahkan, material bongkaran tersebut telah dilelang oleh Bagian Aset Pemerintah Kota Palu dan menjadi milik pemenang lelang, namun hingga kini belum dikeluarkan dari lokasi proyek.

error: Content is protected !!