Indeks

Pentingnya Higiene Dapur, Karyawan SPPG Dapat Pembekalan

“Melalui pelatihan ini, karyawan kami semakin paham bagaimana bekerja sesuai standar yang ditetapkan,”

Pentingnya Higiene Dapur, Karyawan SPPG Dapat Pembekalan

PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Upaya meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan terus dilakukan. Sebanyak 47 karyawan SPPG Dapur Tegar yang beralamat di Desa Silampayang, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengikuti pelatihan penjamah makanan, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan ini difasilitasi Yayasan Amita Nawa Sena sebagai mitra, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Fahri, S.KM selaku Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Haji, serta Jatmoko, S.KM. Turut hadir Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Parigi Moutong, Yunita Tagunu, serta pemilik Dapur Tegar, Hj Farida.

Pelatihan yang berlangsung di ruang serbaguna SMAN 2 Kasimbar ini menjadi bagian dari proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dokumen wajib bagi dapur SPPG sebagai bukti penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Dalam materinya, Fahri menjelaskan pentingnya penerapan higiene dan sanitasi dapur, termasuk aspek personal hygiene, prinsip keamanan pangan, hingga identifikasi potensi cemaran makanan. Ia menegaskan, pelatihan ini tidak hanya bersifat teori, tetapi juga praktik langsung guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Tujuannya agar makanan yang dihasilkan benar-benar aman, higienis, dan bergizi bagi penerima manfaat. Setiap dapur SPPG wajib memiliki SLHS sebagai jaminan standar tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Yunita Tagunu menyampaikan bahwa pihaknya berperan dalam memediasi kebutuhan teknis terkait kelengkapan dokumen dapur. Menurutnya, koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi terus dilakukan, mengingat kewenangan penerbitan SLHS berada di tingkat provinsi.

Di sisi lain, pemilik Dapur Tegar, Hj Farida, menilai pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman karyawan dalam menjalankan tugas sesuai standar kesehatan. Ia menekankan bahwa proses mendapatkan SLHS membutuhkan komitmen tinggi terhadap kebersihan dan keamanan pangan.

“Melalui pelatihan ini, karyawan kami semakin paham bagaimana bekerja sesuai standar yang ditetapkan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh proses pengolahan makanan di Dapur Tegar dapat memenuhi standar yang telah ditentukan, sehingga kualitas layanan kepada masyarakat semakin terjamin.

error: Content is protected !!
Exit mobile version