PARIGI MOUTONG Rajawalinet co – Upaya mendorong kemandirian desa terus digencarkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu Angkatan 116. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan lokakarya pemaparan program kerja yang berlangsung di Desa Siney Tengah, Kecamatan Tinombo Selatan , Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (28/04/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat dalam menyelaraskan rencana kerja dengan kebutuhan riil desa. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Siney Tengah, Iswadi Idris, S.IP, unsur BPD, tokoh masyarakat dan agama, pengurus PKK, serta pemuda yang tergabung dalam Risma dan Karang Taruna.
Sejak awal kedatangan, para mahasiswa KKN memulai kegiatan dengan observasi lingkungan serta menjalin komunikasi dengan warga. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan setiap program yang dirancang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Koordinator KKN, Arya Ananta, menjelaskan bahwa tema yang diusung tahun ini adalah “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan, Kemandirian Desa, dan Literasi Digital Berbasis Potensi Lokal Menuju Pembangunan Berkelanjutan.”Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi masyarakat. “Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan baik sehingga program yang dirancang tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran kami,” ujarnya.
Beragam program kerja dipaparkan dalam lokakarya tersebut, mulai dari pendampingan pengembangan wisata laut, inovasi produk abon ikan dengan kemasan dan merek yang lebih kompetitif, hingga pelatihan bagi PKK. Selain itu, mahasiswa juga merancang pembuatan souvenir berbasis limbah pertanian, penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), serta kegiatan sosialisasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.Tak hanya fokus pada aspek ekonomi dan lingkungan, program KKN juga menyasar pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan, lomba antar dusun, hingga penyuluhan hukum untuk menekan potensi kenakalan remaja.
Kepala Desa Siney Tengah, Iswadi Idris, menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN. Ia menilai program yang ditawarkan dapat menjadi stimulus bagi percepatan pembangunan desa.
“Kami melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Program mahasiswa akan kami sinergikan dengan kebutuhan desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan kegiatan selama masa pengabdian mahasiswa.
Melalui lokakarya ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal Desa Siney Tengah menuju pembangunan yang berkelanjutan.
