PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Hujan deras mewarnai pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-18 tingkat Kecamatan Kasimbar Tahun 2026 di Desa Kasimbar Palapi, Selasa (22/9/2026).
Guyuran hujan yang cukup deras sempat membuat suasana pembukaan berbeda dari biasanya. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme para kafilah dan masyarakat yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Pembukaan MTQ ke-18 ini sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Karena hujan, ia menyampaikan sambutan dari dalam mimbar tilawah agar tetap terlindungi.
Dalam sambutannya, Abdul Sahid menekankan bahwa MTQ tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan MTQ dapat dilihat dari dampak positif yang ditinggalkan setelah kegiatan berakhir, terutama dalam membentuk generasi muda yang berakhlak dan memiliki landasan spiritual.
“Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana kegiatan ini mampu meninggalkan pengaruh positif dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Abdul Sahid juga mengingatkan pentingnya pembinaan generasi muda di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki karakter dan nilai moral.
Ia berpesan kepada para kafilah agar mengikuti seluruh cabang lomba dengan sungguh-sungguh, menjunjung sportivitas serta menjaga persaudaraan. Dewan hakim juga diminta menjalankan tugas secara objektif, adil dan profesional.
Wabup Ingatkan Perubahan Cuaca
Selain berbicara mengenai MTQ, Abdul Sahid mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca pada masa pancaroba.
Cuaca yang sebelumnya panas dan kering dapat berubah menjadi hujan berintensitas tinggi. Kondisi tersebut berpotensi memicu sejumlah dampak, termasuk banjir dan tanah longsor.
Ia mengajak masyarakat tidak hanya bergantung pada pemerintah dalam menghadapi potensi bencana, tetapi turut menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat keluarga maupun masyarakat.
“Kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Pembukaan MTQ turut dihadiri kepala desa se-Kecamatan Kasimbar, unsur Forkopimcam Kasimbar, serta Camat Toribulu Zulkarnain.
Meski diguyur hujan, seluruh rangkaian pembukaan MTQ ke-18 tingkat Kecamatan Kasimbar tetap berlangsung dengan tertib dan khidmat.
