Digitalisasi Tradisi Lisan Buol Libatkan Adat dan Disdikbud

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sebelum tim turun ke lapangan untuk mendokumentasikan berbagai tradisi lisan yang masih hidup di tengah masyarakat.

Digitalisasi Tradisi Lisan Buol Libatkan Adat dan Disdikbud
Foto bersama usai audiensi bersama Dewan Adat Buol, Dewan Kesenian Buol, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol/Sumber: Istimewa

BUOL, Rajawalinet.co – Tim pelaksana Program Digitalisasi Tradisi Lisan Buol: Suara, Teks, dan Teknologi dalam Pemajuan Warisan Budaya menggelar audiensi bersama Dewan Adat Buol, Dewan Kesenian Buol, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Sabtu pagi, (28/2/2026) di Kabupaten Buol.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sebelum tim turun ke lapangan untuk mendokumentasikan berbagai tradisi lisan yang masih hidup di tengah masyarakat.

Ketua tim pelaksana menjelaskan, program ini akan merekam cerita rakyat, tuturan sejarah, petuah adat, hingga praktik tutur lain yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kami ingin memastikan proses dokumentasi berjalan dengan dukungan kelembagaan yang kuat dan tetap menghormati nilai-nilai adat yang berlaku,” ujarnya dalam pemaparan.

Tim akan menggunakan pendekatan audio-visual, menyusun transkripsi teks, serta menerbitkan majalah budaya sebagai media diseminasi hasil dokumentasi.

Dewan Adat Buol menyambut inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya etika adat dalam setiap tahapan pengambilan data.

“Kami mendukung program ini, tetapi tim harus melibatkan tokoh adat, terutama saat mendokumentasikan tradisi yang bersifat sakral atau memiliki batasan dalam penyebarluasan,” tegas perwakilan Dewan Adat.

Sementara itu, Dewan Kesenian Buol menilai program ini membuka ruang apresiasi baru bagi budaya lokal, terutama melalui produksi film dokumenter dan majalah tradisi lisan.

“Kegiatan ini bisa memperkuat ruang ekspresi budaya sekaligus mengajak generasi muda terlibat langsung dalam pelestarian seni dan tradisi daerah,” kata perwakilan Dewan Kesenian.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol juga menyatakan dukungan. Pihaknya melihat hasil dokumentasi berpotensi menjadi bahan literasi budaya dan pengayaan muatan lokal di sekolah.

“Hasil dokumentasi ini dapat menjadi sumber belajar yang kontekstual bagi siswa. Kami ingin generasi muda Buol mengenal warisan budayanya sendiri secara lebih dekat,” ujar perwakilan dinas.

Audiensi tersebut mempertemukan unsur adat, komunitas seni, dan pemerintah daerah dalam satu forum kolaborasi. Tim berharap kerja sama ini mampu memastikan program berjalan secara partisipatif, beretika, dan berkelanjutan.

“Kami tidak hanya ingin mendokumentasikan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa tradisi lisan adalah identitas yang harus dijaga bersama,” tutup ketua tim.

error: Content is protected !!