
PARIGI MOUTONG, Rajawalinet.co – Respon cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam menangani dampak banjir yang melanda Kecamatan Torue akibat hujan deras pada Selasa malam (30/6/2026). Sehari setelah kejadian, Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mempercepat langkah penanganan.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Yolanda Mambu, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Camat Torue, Bagian Umum, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta para kepala desa di wilayah terdampak.
Peninjauan difokuskan di beberapa titik yang mengalami kerusakan, yakni Desa Tolai, Desa Tolai Barat, Desa Tolai Timur, dan Desa Purwosari.
Di Desa Purwosari, sekitar 50 meter persegi lahan persawahan dilaporkan rusak setelah tertimbun material tanah dan lumpur akibat luapan banjir. Kondisi tersebut menjadi pukulan bagi para petani karena tanaman padi yang telah memasuki masa berbuah dan bersiap dipanen tidak dapat diselamatkan.
“Kalau untuk warga, alhamdulillah kondisinya aman dan air sudah mulai surut. Namun, hantaman paling besar justru dirasakan sektor pertanian. Persawahan yang tidak lama lagi akan dipanen terkena banjir dan banyak yang mengalami kerusakan,” ujar H. Abdul Sahid saat meninjau lokasi.
Sementara di Dusun 8 Desa Tolai, kerusakan drainase menjadi perhatian utama. Wabup mengajak masyarakat mendukung upaya normalisasi saluran air, termasuk mengikhlaskan sebagian lahan yang berada di sekitar drainase agar proses perbaikan dapat dilakukan demi kepentingan bersama.
Di Desa Tolai Barat, banjir menyebabkan abrasi yang sempat mengancam permukiman warga. Sedangkan di Desa Tolai Timur, saluran air yang menyempit dinilai menjadi salah satu penyebab meluapnya air sehingga pemerintah berencana melakukan pelebaran drainase.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Pemkab Parigi Moutong memastikan penanganan infrastruktur pengendali banjir menjadi prioritas. Salah satunya adalah perbaikan tanggul yang jebol menggunakan bronjong untuk mencegah luapan air kembali terjadi.
“Kami bersama Kepala Pelaksana BPBD dan para kepala desa telah bersepakat, insya Allah besok tanggul yang jebol akan segera ditangani menggunakan bronjong agar dampak banjir tidak semakin meluas,” tegas Abdul Sahid.
Di akhir kunjungannya, Wabup mengajak masyarakat menjaga budaya gotong royong dengan rutin membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar. Menurutnya, kepedulian bersama menjadi kunci dalam meminimalkan risiko banjir di masa mendatang.
Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendapat apresiasi warga sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat menghadapi bencana. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat pemulihan serta melindungi sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi daerah.











