PALU, Rajawalinet.co — Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya dalam mengawasi pelaksanaan program kesehatan dan pendidikan yang menjadi bagian dari visi dan misi Gubernur Sulawesi Tengah, khususnya Program Berani Sehat dan Berani Cerdas.
Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi, mengatakan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap tingginya jumlah pasien yang berobat di RSUD Undata Palu. Kondisi tersebut, kata dia, turut memunculkan berbagai keluhan terkait pelayanan rumah sakit.
“Kami mencermati banyaknya pasien yang datang ke RS Undata. Dari pihak rumah sakit, kami juga mendengar adanya persoalan, baik dari sisi manajemen maupun jasa medis,” ujar Hidayat saat diwawancarai, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, Komisi IV juga menyoroti isu pelayanan RS Undata yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Meski pihak rumah sakit telah memberikan klarifikasi, DPRD tetap menjalankan fungsi pengawasan.
“Sebagai lembaga pengawas, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami menekankan agar proses pelayanan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Hidayat menambahkan, Komisi IV akan melakukan koordinasi dan sinkronisasi program dengan pemerintah daerah, terutama terkait dukungan anggaran. Menurutnya, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah akan terus berpihak pada pembiayaan pelayanan publik di sektor kesehatan.
“Program Berani Sehat harus dimaksimalkan. Pelayanan ini juga perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana, baik bangunan gedung maupun alat medis,” kata Hidayat.
Ia turut mengapresiasi langkah Gubernur Sulawesi Tengah yang aktif memperjuangkan peningkatan kualitas RS Undata hingga ke tingkat pusat. Bahkan, ke depan RS Undata direncanakan naik kelas melalui pembangunan RS Undata Nambaso.
“Saya sudah melihat rencana ke depan yang disampaikan Direktur RS. Rumah Sakit Undata Nambaso tentu membutuhkan anggaran besar karena melayani masyarakat dalam jumlah yang tidak sedikit,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, Hidayat berharap masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang saat berobat. Ia menekankan pentingnya sistem pelayanan yang cepat dan efisien.
“Harapan kami, pasien yang datang mendaftar bisa langsung dilayani tanpa harus menunggu berjam-jam,” tambahnya.
Menurutnya, lonjakan jumlah pasien di RS Undata saat ini belum diimbangi dengan infrastruktur, peralatan medis, dan tenaga kesehatan yang memadai. Karena itu, DPRD akan terus mendorong pengembangan rumah sakit agar semakin profesional melalui fungsi pengawasan dan penganggaran.
Selain kesehatan, Komisi IV DPRD Sulteng juga memastikan dukungan penuh terhadap Program Berani Cerdas di bidang pendidikan. Program ini dinilai sebagai terobosan besar dalam sejarah pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
“Program ini merupakan terobosan dan sejarah besar. Sampai sebelum tutup buku kemarin, lebih dari 23 ribu mahasiswa asal Sulawesi Tengah telah terlayani di seluruh Indonesia,” ungkap Hidayat.
Ia menyebutkan, untuk mahasiswa strata satu, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp80–90 miliar, dengan realisasi hingga Desember lalu.
“Kami akan terus memantau agar seluruh masyarakat Sulawesi Tengah benar-benar merasakan manfaat program ini,” pungkasnya.











