Suami dan Balita Tewas, Istri Bertahan dari Serangan Brutal

"Mohon doa dari rekan-rekan media dan masyarakat agar pelaku segera dapat ditangkap. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan kembali,"

Suami dan Balita Tewas, Istri Bertahan dari Serangan Brutal

PALU, Rajawalinet.co – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu terus mengintensifkan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku pembunuhan yang menewaskan seorang pria dan anak balita di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (26/7/2026) malam. Sementara itu, seorang perempuan yang merupakan istri korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius.

Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, S.H., S.I.K. melalui Kasat Reskrim AKP Ismail Boby, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih rinci karena proses penyelidikan masih berlangsung dan tim masih memburu terduga pelaku.

“Kami pihak penegak hukum, khususnya Polresta Palu, masih dalam pengejaran tersangka sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Video yang beredar di media sosial masih diduga memperlihatkan pelakunya dan belum dapat dipastikan sebelum proses penyelidikan selesai,” ujar AKP Ismailboby.

Ia menjelaskan, penyidik Satreskrim Polresta Palu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, mencatat identitas para saksi, serta mengevakuasi para korban.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang menjadi korban meninggal dunia, yakni seorang pria berusia sekitar 32 tahun dan seorang anak berusia sekitar dua tahun. Sementara seorang perempuan berusia 23 tahun yang merupakan istri korban selamat namun mengalami luka serius dan kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

“Mohon doa dari rekan-rekan media dan masyarakat agar pelaku segera dapat ditangkap. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan kembali,” tambahnya.

Di sisi lain, kesaksian korban selamat mulai memberikan gambaran mengenai kronologi kejadian. Berdasarkan keterangan korban yang beredar melalui media sosial dan dikutip sejumlah media, korban mengaku terbangun saat hendak ke kamar mandi. Ketika keluar dari kamar, ia melihat seorang pria telah berada di dalam rumah.

Korban mengaku sempat menanyakan maksud kedatangan pria tersebut. Namun, menurut keterangannya, pria itu tidak menjawab dan diduga langsung menyerang menggunakan senjata tajam. Meski mengalami luka serius, korban masih berupaya mencari telepon genggam untuk meminta pertolongan, namun tidak menemukannya. Pertolongan akhirnya datang setelah warga sekitar mendengar teriakan dan masuk ke rumah untuk mengevakuasi korban.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif kejadian, mengumpulkan alat bukti, serta memburu pria yang diduga sebagai pelaku. Kepolisian juga belum memberikan kesimpulan mengenai identitas maupun status hukum pihak yang disebut-sebut dalam berbagai informasi yang beredar di masyarakat.

Polresta Palu mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum. Sesuai asas praduga tak bersalah, setiap orang yang disebut dalam pemberitaan tetap harus dianggap tidak bersalah sampai adanya penetapan hukum yang sah.

error: Content is protected !!